Peningkatan Kekuatan Otot dan Penurunan Nyeri Sendi dengan Latihan ROM pada Pekerja Pabrik Tahu Di Bogor

Improved Muscle Strength and Reduced Joint Pain through ROM Exercises among Tofu Factory Workers in Bogor

  • Sancka S.G Sihura STIKes Indonesia Maju
  • Irma herliana STIKes Indonesia Maju
  • Ferdiansyah Ferdiansyah STIKes Indonesia Maju
  • Siti Nurhayati STIKes Indonesia Maju
  • Windi windiani Putri STIKes Indonesia Maju
Keywords: range of motion, nyeri sendi, kekuatan otot

Abstract

Penurunan kekuatan otot dan nyeri sendi mempengaruhi produktivitas pegawai dan mengancam kesehatan jangka panjang. Pegawai pabrik tahu di beberapa daerah belum mengetahui tata laksana untuk mempertahankan kekuatan otot dan menanggulangi nyeri sendi yang akan berdampak pada musculoskeletal disorder. Salah satu impelementasi adalah berupa promosi kesehatan dengan melakukan penyuluhan latihan rentang gerak. Metode yang dilakukan yaitu dengan  melakukan peninjauan ke lokasi Pabrik Tahu Tapos, Cibalagung dan Cikereteg, melakukan observasi nyeri sendi yang dialami oleh pegawai  sebelum dilakukan latihan ROM, melakukan edukasi terkait latihan ROM, melakukan observasi penatalaksanaan latihan ROM setiap hari selama 6 minggu, melakukan evaluasi pengukuran nyeri sendi setelah dilakukan latihan ROM, serta melakukan analisis data. Hasil penilaian menunjukkan rerata kekuatan otot sebelum dilakukan edukasi gerakan latihan ROM adalah sebesar 3.81, dan setelah dilakukan edukasi meningkat sebesar 3.98. Hasil penilaian rerata nyeri sendi sebelum dilakukan edukasi gerakan latihan ROM adalah sebesar 2.47, dan menurun setelah dilakukan edukasi sebesar 1.43. Penyuluhan kepada pegawai pabrik terkait range of motion exercise berguna untuk mengurangi keluhan fisik yang diakibatkan karena bekerja serta mempertahankan kesehatan fisik.

References

Internasional Labour Organisation. World employment social outlook trends 2018. International Labour Office. 2018.

Hämäläinen P, Takala J, Boon K. Global estimates ofoccupational accidents and work-related illnesses 2017. World Congress on Safety and Health at Work. 2017. Available from: https://www.wshi.gov.sg/-/media/wshi/posters/posterfile/s28_wcsh2017-2323_global-est_hamalainen_takala_tan.pdf

Pramitasari R, Pitaksanurat S, Phajan T, Laohasiriwong W. Association between ergonomic risk factors and work-related musculoskeletal disorders in beverage factory workers, indonesia. Faculty of Health Sciences Dian Nuswantoro University. 2015. Available from: http://eprints.dinus.ac.id/17831/1/33._Ratih_Pramitasari.pdf

Kumar R, Pal Sing L, Moom N. Prevalence of musculoskeletal disorder among computer bank office employees in punjab (india): a case study. Sciencedirect. 2015. https://doi.org/10.1016/j.promfg.2015.11.002

Pemerintah Republik Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. 2003. Available from: https://kemenperin.go.id/kompetensi/UU_13_2003.pdF

Pemerintah Republik Indonesia. Peraturan Presiden Republik IndonesianNomor 7 Tahun 2019 tentang Penyakit Akibat Kerja. 2019. Available form: https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/assets/uploads/peraturan/Peraturan-Presiden-Nomor%207-Tahun-2019.pdf

David HS, Dirk MD , Ulrike MH, Monika AR, Benjamin S . Quantitative measures of physical risk factors associated with work-related musculoskeletal disorders of the elbow: a systematic review. Int J Environ Res Public Health. 2019 Jan 5;16(1):130. doi: 10.3390/ijerph16010130.

Huether S, McCancE K. Understanding pathophysiology by sue huether & kathryn mccance. Laureate. 2012.

Potter, PA, Perry AG. Fundamentals of Nursing. Elsevier Health Sciences; 2020.

Irianto K , Kusno W. Gizi dan pola hidup sehat. Bandung : Yrama Widya. 2007.

Kim, TH; Kim, EH; Cho HY. The effects of the CORE programme on pain at rest, movement-induced and secondary pain, active range of motion, and proprioception in female office workers with chronic low back pain: a randomized controlled trial. Sage Journal. 2014. https://doi.org/10.1177/0269215514552075

Phedy P, Gatam L. Prevalence and associated factors of musculoskeletal disorders among young dentists in indonesia. Malays Orthop J . 2016 Jul;10(2):1-5. doi: 10.5704/MOJ.1607.001. Buckle PW, Devereux J. The nature of work-related neck and upper limb musculoskeletal disorders. Appl Ergon. 2002 May;33(3):207-17. doi: 10.1016/s0003-6870(02)00014-5.

Feng Q, Liu S; Yang L, Xie M, ZhanG Q. The prevalence of and risk factors associated with musculosceletal disorders among sonographers in centra; china: a cross-sectional study. Plos One. 2016.

JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA MAJUVOLUME 02, NOMER 01, APRIL2021Submited:9/4/21Accepted:22/4/21Review: 14/4/21Published: 30/4/21https://doi.org/10.1371/journal.pone.0163903

Astrand PO, Rodahl, K, Dahl HA. and Stromme, S. Textbook of work physiology : physiological bases of exercise,Human kinetic. United States. 2003.

Junquera LC, Carneiro J, Kelley RO, Histologi Dasar, Alih Bahasa Tamboyong, J. Jakarta: EGC; 1998.17.Sapega A, Quedenfeld T, Moyer R, Butler R. Biophysical factors in range-of-motion exercise. The Physician and Sportsmedicine Volume 9, 1981 -Issue 12. 2016. https://doi.org/10.1080/00913847.1981.11711229.

Ulliya S, SoempomO B. Kushartanti W. Pengaruh latihan range of motion (ROM) terhadap fleksibilitas sendi lutut pada lansia di panti wreda wening wardoyo ungaran. 2007. Available from: file:///C:/Users/MILKAB~1/AppData/Local/Temp/718-1458-1-PB.pdf

Abareshi F, Yarahmadi R, Solhi M, Farshad A. Educational intervention for reducing work-related musculoskeletal disorders and promotingproductivity. International Journal of Occupational Safety andErgonomics. 2015. To link to this article: http://dx.doi.org/10.1080/10803548.2015.1087729

Netti, Suryarinilsih Y, Budi H. Upaya peningkatan produktivitas masyarakat guna meningkatkan kekuatan motorik pasien pasca stroke dengan memberikan rom (rang of motion) exercise dan screning kesehatan di ruangan poliklinik saraf rsup dr. M. Jamil padang. 2017.

Published
2021-04-30