Sayangi Buah Hati dengan Asi Esklusif dan Imunisasi Dasar Lengkap untuk Masa Depan yang Ceria

  • Irma Jayatmi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju
Keywords: ASI, Imunisasi

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dalam bentuk Webinar Kesehatan yang bertema “Sayangi Buah Hati dengan Asi Esklusif dan Imunisasi Dasar Lengkap untuk  Masa Depan yang Ceria.” Cairan kehidupan terbaik yang mengandung berbagai zat dan sangat dibutuhkan oleh bayi Air Susu Ibu (ASI) diberikan pada bayi baru lahir hingga 6 bulan tanpa makanan serta minuman lain, disebut ASI eksklusif karena ASI mengandung karbohidrat, protein, mineral, dan lemak sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan bayi. Selain Asi buah hati juga penting diberikan Imunisasi untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit. Webinar ini bertujuan memberikan edukasi kepada para ibu agar mengetahui betapa pentingnya Asi esklusif dan imunisasi terhadap buah hati mereka agar tumbuh sehat dan juga penting bagi masa depannya. Metode yang dilakukan adalah dengan teknik ceramah, diskusi dan tanya jawab secara online melalui zoom. Pada webinar ini juga terjadi diskusi/tanya jawab yang interaktif, antara partisipan dan para narasumber. Dimana partisipan sebanyak 53 orang dengan input, dosen, para ibu  dan akademisi. Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan, Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa webinar seperti ini dapat dilaksanakan secara continue dan dengan materi yang beragam.

 

References

1. Kusumayanti N, Nindya TS. Hubungan dukungan suami dengan pemberian asi eksklusif di daerah perdesaan. Media Gizi Indones. 2017;12(2):98–106.
2. Rusli U. Inisiasi menyusui dini plus ASI eksklusif. Puspa Swara; 2008.
3. Alianmoghaddam N, Phibbs S, Benn C. Resistance to breastfeeding: A Foucauldian analysis of breastfeeding support from health professionals. Women and Birth. 2017;30(6):e281–91.
4. Prayogo A, Adelia A, Cathrine C, Dewina A, Pratiwi B, Ngatio B, et al. Kelengkapan Imunisasi Dasar pada Anak Usia 1–5 tahun. Sari Pediatr. 2016;11(1):15–20.
5. Rahmawati AI, Umbul C. Faktor yang mempengaruhi kelengkapan imunisasi dasar di Kelurahan Krembangan Utara. J Berk Epidemiol. 2014;2(1):59–70.
6. Tanjung ICD, Rohmawati L, Sofyani S. Complete basic immunization coverage in children and the factors influencing it. Sari Pediatr [Internet]. 2018;19(2):86. Tersedia pada: https://dx.doi.org/10.14238/sp19.2.2017.86-90
7. Daeli R. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Anak Usia 1-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Afulu Tahun 2018. Institut Kesehatan Helvetia; 2018.
8. Notoatmodjo. Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku. Rineka Cipta. Jakarta. Cetakan Pertama. 2016;
9. Purnamasari M, Rahmawati T. Hubungan Pemberian Asi Eksklusif dengan Kejadian Stunting Pada Balita Umur 24-59 Bulan. J Ilm Kesehat Sandi Husada. 2021;10(1):290–9.
10. Kemenkes RI. Infodatin ASI. 2014.
11. Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015. Jakarta; 2016.
12. Shuaib F, Kimbrough D, Roofe M, McGwin Jr G, Jolly P. Factors associated with incomplete childhood immunization among residents of St. Mary parish of Jamaica. West Indian Med J. 2010;59(5):549.
13. Etana B, Deressa W. Factors associated with complete immunization coverage in children aged 12–23 months in Ambo Woreda, Central Ethiopia. BMC Public Health. 2012;12(1):1–9.
14. Negussie A, Kassahun W, Assegid S, Hagan AK. Factors associated with incomplete childhood immunization in Arbegona district, southern Ethiopia: a case–control study. BMC Public Health. 2015;16(1):1–9.
15. Rahman M, Obaida-Nasrin S. Factors affecting acceptance of complete immunization coverage of children under five years in rural Bangladesh. Salud Publica Mex. 2010;52(2):134–40.
16. Hafid W, Martini S, Devy SR. Faktor determinan status imunisasi dasar lengkap pada bayi di Puskesmas Konang dan Geger. J Wiyata Penelit Sains dan Kesehat. 2017;3(1):38–45.
17. Hudhah MH, Hidajah AC. Perilaku ibu dalam imunisasi dasar lengkap di puskesmas Gayam Kabupaten Sumenep. J Promkes Indones J Heal Promot Heal Educ. 2017;5(2):167–80.
Published
2022-08-22