Implementasi Terapi Olahan Mentimun Dan Terapi Musik Kacapi Suling “Ayun Ambing” Untuk Menurukan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Di Cibogor

  • Irma Herliana
  • Susaldi Susaldi
  • Isrha Rahmasari
Keywords: hipertensi, terapi musik “Ayun Ambing”, timun

Abstract

Hipertensi menurut WHO merupakan suatu keadaan dimana peningkatan darah sistolik berada diatas batas normal yaitu lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 140 mmHg. Estimasi jumlah kasus hipertensi di Indonesia sebesar 63.309.620 orang, sedangkan angka kematian di Indonesia akibat hipertensi sebesar 427.218. Pemberian olahan mentimun dan terapi musik kacapi suling “ayun ambing” dapat menjadi salah satu terapi pelengkap penanganan hipertensi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi beserta implementasi kepada masyarakat RW 04 Keluarahan Cibogor mengenai pemanfaatan olahan mentimun dan terapi musik intrumen kacapi suling “ayun ambing” untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Sebelum dan sesudah implementasi terapi olahan timun dan terapi musik dilakukan cek tekanan darah kepada masyarakat. Didapatkan hasil dari pelaksanaan pengabdian masyarakat 91,6% peserta terdapat penurunan tingkat tekanan darah setelah diberikan olahan timun dan terapi musik. Rata-rata terdapat penurunan tekanan diastolik sebesar 18 mmHg dan rata-rata penurunan tekanan sistolik sebesar 3 mmHg. Masyarakat diharapkan mampu membuat minuman olahan dari mentimun atau memprak-tekan cara terapi musik dengan menggunakan inst-rumen kacapi suling “ayun ambing” sebagai pe-lengkap terapi hipertensi. Pemahaman hipertensi harus dimiliki oleh masyarakat secara luas sehingga penyuluhan harus tetap dilakukan secara rutin baik oleh kader atau tenaga kesehatan serta masyarakat harus memperbanyak literasi (membaca informasi terkait).

Published
2022-08-25